Demak – Masjid Darussalam kembali menggelar kajian rutin setiap bakda Subuh selama bulan Ramadhan. Program ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman agama serta memperkuat nilai-nilai spiritual bagi jamaah. Ketua Takmir Masjid Darussalam, Slamet Supriyadi, S.Pd, menjelaskan bahwa kajian ini berlangsung setiap hari Senin hingga Sabtu dengan materi tafsir Al-Qur’an yang disampaikan oleh Ustadz Drs. KH Masrukin. Sementara itu, pada hari Ahad, kajian bersifat tematik dengan berbagai topik yang relevan.
Pada Ahad, 23 Maret 2025, tema yang diangkat adalah Ramadhan sebagai Sarana Pendidikan, dengan pemateri Ustadz Mochammad Fachrizal Alif, M.Pd dari Bidang Dakwah PDPM Demak. Dalam tauziahnya, Ustadz Fachrizal menekankan bahwa Ramadhan bukan hanya sekadar bulan ibadah, tetapi juga menjadi momentum pendidikan bagi umat Islam. Dalam bulan ini, seorang Muslim ditempa secara spiritual, moral, dan sosial sehingga terbentuk pribadi yang lebih baik.
“Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kesabaran, kedisiplinan, empati, serta peningkatan spiritualitas. Ramadhan adalah madrasah kehidupan yang membentuk kepribadian Muslim agar lebih bertakwa,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan beberapa aspek pendidikan dalam bulan Ramadhan, di antaranya:
- Pendidikan Ketakwaan – Melalui ibadah puasa, seorang Muslim semakin dekat dengan Allah, meningkatkan keimanan dan ketakwaannya.
- Pendidikan Kesabaran dan Pengendalian Diri – Puasa mengajarkan kesabaran dalam menghadapi berbagai ujian dan tantangan hidup.
- Pendidikan Empati dan Kepedulian Sosial – Merasakan lapar membuat seorang Muslim lebih peduli terhadap mereka yang kurang beruntung.
- Pendidikan Kedisiplinan dan Manajemen Waktu – Selama Ramadhan, umat Islam diajarkan untuk mengatur waktu dengan baik, mulai dari sahur, berbuka, hingga ibadah lainnya.
- Pendidikan Spiritualitas dan Kedekatan dengan Allah – Ramadhan menjadi momen refleksi dan peningkatan ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Selain itu, kajian ini juga menyoroti peran Lembaga Dakwah Komunitas yang mewadahi berbagai komunitas, termasuk Bikers Muhammadiyah, yaitu komunitas anak muda serta warga Muhammadiyah yang memiliki hobi bermotor. Bikers Muhammadiyah hadir sebagai terobosan dakwah yang menggembirakan dan relevan dengan zaman, dengan tetap mengedepankan nilai-nilai Islam dan kemuhammadiyahan dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Dakwah Muhammadiyah kini tidak lagi monoton, tetapi lebih kreatif dan menarik, menyesuaikan dengan hobi serta minat jamaah. Salah satunya melalui Bikers Muhammadiyah yang menjadikan motoran sebagai media dakwah dan sosial,” tambah Ustadz Fachrizal.
Kajian ini menyimpulkan bahwa Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga bulan pendidikan yang membentuk pribadi seorang Muslim agar lebih bertakwa, sabar, peduli terhadap sesama, disiplin, dan lebih dekat kepada Allah. Melalui puasa dan berbagai ibadah lainnya, umat Islam mendapatkan pelatihan intensif dalam menjalani kehidupan dengan penuh kebaikan dan kebijaksanaan.
Kajian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang esensi Ramadhan serta menumbuhkan semangat beribadah dan berbuat baik di tengah masyarakat.
Kontributor : Hening Wulandari



















