JAKARTA-Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah (LPHU) Pimpinan Pusat Muhammadiyah selenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Gedung Dakwah Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jakarta, pada Jumat (7/11).
Dalam Amanatnya, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa pelaksanaan ibadah haji merupakan ibadah yang menuntut ijtihad dan pembaruan berkelanjutan.
“Pelaksanaan ibadah haji itu merupakan sesuatu yang terus memerlukan ijtihad dalam praktiknya. Karena semakin banyak jamaah yang menunaikan ibadah haji, maka rukun maupun sunnahnya tidak selalu mudah untuk tertunaikan,” ujar Haedar.
Haedar berharap dengan pembentukan Kementerian Haji yang baru, maka pelaksanaan haji dan umrah dapat semakin mudah dan dapat memberikan pelayanan maksimal kepada para peserta haji.
“Seiring dengan peralihan ke Kementerian Haji, saya yakin ada proses birokrasi dan regulasi operasional yang perlu diantisipasi juga, tetapi kami harapkan bahwa pergantian ini juga tidak membuat pelaksanaan haji makin rumit, tetapi harus semakin mudah,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya pemerintah maupun seluruh biro perjalanan haji untuk terus melakukan update informasi terbaru terkait peraturan di Arab Saudi.
Haedar juga mengimbau masyarakat untuk tetap bersemangat menunaikan ibadah haji meski menghadapi masa tunggu panjang.
“Jangan putus harapan, karena siapa tahu perbaikan sistem akan dilakukan sehingga masa tunggu tidak terlalu lama. Semua itu tentu bergantung pada banyak aspek, baik di dalam negeri maupun dengan pemerintah Saudi,” pesannya.
Rakornas ini bertujuan untuk transformasi ekosistem layanan haji dan umrah yang berkualitas. Para peserta akan mendapatkan pembinaan yang komprehensif untuk pelaksanaan haji yang lebih baik dan berkualitas. (Ghulam)



















