Demak, 6 Agustus 2026 – Lazismu Demak bersama Pimpinan Daerah Aisyiyah Demak turut berpartisipasi dalam Festival Promosi Produk Lokal UMKM Demak Expo 2026 yang berlangsung pada 6–9 Agustus 2026 di Halaman Sport Center Demak. Keikutsertaan kedua lembaga tersebut menjadi wujud komitmen Muhammadiyah dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta memperkuat perekonomian masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.
Festival yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Demak ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Koperasi ke-79 tingkat Kabupaten Demak, Hari UMKM Nasional ke-10, serta Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut bertujuan mempromosikan produk unggulan lokal, mendorong UMKM dan koperasi agar naik kelas, sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan jejaring bisnis dan investasi.
Bupati Demak, dr. Hj. Eisti’anah, S.E., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Demak Expo merupakan agenda rutin Pemerintah Kabupaten Demak yang terus dikembangkan setiap tahun.
“Melalui Demak Expo, masyarakat memiliki kesempatan untuk mengenal lebih dekat produk-produk unggulan serta berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Demak. Kami berharap kegiatan ini semakin mendorong UMKM agar terus berkembang, semakin dikenal masyarakat, bahkan mampu menembus pasar yang lebih luas”, ujar Eisti’anah.Menurutnya, pengembangan konsep Demak Expo diharapkan mampu memperluas kesempatan promosi bagi pelaku usaha lokal sekaligus meningkatkan kolaborasi berbagai pihak dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Demak, Iskandar Zulkarnain, mengatakan bahwa Demak Expo menjadi ruang strategis bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk unggulan kepada masyarakat.
“Demak Expo menjadi wadah bagi pelaku usaha mikro dan kecil untuk memperkenalkan produk unggulannya kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana publikasi hasil pembangunan dan pembinaan yang dilakukan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMN, dan BUMD agar lebih dikenal masyarakat,” kata Iskandar.
Dalam ajang tersebut, Pimpinan Daerah Aisyiyah Demak menghadirkan stan yang menampilkan berbagai produk olahan rumahan hasil karya anggota dan binaannya. Beragam produk lokal dipasarkan kepada pengunjung, di antaranya emping, keripik pisang, kerupuk, kunir asam, gula jawa, telur asin, serta aneka makanan olahan lainnya.

Keikutsertaan Aisyiyah menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi perempuan melalui pengembangan usaha berbasis rumah tangga. Produk-produk yang dipamerkan mencerminkan potensi UMKM lokal yang memiliki peluang untuk terus berkembang apabila didukung oleh promosi dan akses pasar yang lebih luas.
Sementara itu, Lazismu Demak memanfaatkan momentum Demak Expo 2026 untuk memperkenalkan RendangMu, produk olahan siap saji yang menjadi bagian dari program pemberdayaan ekonomi. Selain mempromosikan produk tersebut, Lazismu Demak juga membuka layanan informasi mengenai Program Qurban 2027, sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi lebih awal mengenai berbagai skema pelaksanaan ibadah qurban melalui Lazismu.
Partisipasi Lazismu Demak dalam Demak Expo menunjukkan bahwa lembaga filantropi tidak hanya berperan dalam penghimpunan dan penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga aktif mengembangkan program pemberdayaan ekonomi yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Kehadiran stan Lazismu menjadi sarana edukasi sekaligus memperluas jejaring dengan masyarakat, mitra, dan pelaku usaha lokal.
Kolaborasi antara Lazismu Demak dan Pimpinan Daerah Aisyiyah Demak pada Demak Expo 2026 diharapkan mampu memperkuat sinergi gerakan Muhammadiyah dalam mendukung UMKM lokal agar semakin berkembang, berdaya saing, dan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Demak.
Melalui partisipasi aktif dalam Festival Promosi Produk Lokal UMKM Demak Expo 2026, Lazismu Demak menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program pemberdayaan yang tidak hanya berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi umat melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.


















