Demak – Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Demak melalui Lembaga Budaya Seni dan Olahraga (LBSO) turut berperan aktif dalam melestarikan kekayaan budaya bangsa melalui kegiatan seni karawitan sebagai sarana dakwah kultural. Kegiatan ini menjadi wadah untuk menyampaikan pesan-pesan kebaikan dan nilai-nilai Islam melalui ekspresi seni yang indah dan bermakna.
Kelas pembelajaran seni karawitan dilaksanakan setiap Senin sore pukul 16.00–17.15 di Pendopo Kabupaten Demak, dengan pembimbing pasangan seniman Muhammadiyah Demak, Sudiyanto dan Sarsiyam, yang dikenal sebagai pecinta seni. Kelompok ini diberi nama Paguyuban Karawitan Aisyiyah Demak.
Seni Sebagai Fitrah dan Sarana Dakwah
Dalam kesempatan tersebut, Sudiyanto menjelaskan bahwa rasa seni merupakan bagian dari fitrah manusia yang dianugerahkan Allah SWT. Oleh karena itu, seni perlu dipelihara dan disalurkan dengan cara yang baik serta sesuai dengan ajaran Islam. Ia menegaskan bahwa dalam Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM), karya seni diperbolehkan (mubah) selama tidak mengarah pada kerusakan (fasad), bahaya (dharar), kedurhakaan (‘ishyan), maupun menjauhkan diri dari Allah (ba’id ‘anillah).
LBSO: Karawitan Sebagai Warisan yang Bernilai
Ketua LBSO PDA Demak, Zuhroh, menambahkan bahwa seni karawitan merupakan bagian dari kesenian tradisional yang patut dijaga dan dilestarikan agar tidak punah tergerus perkembangan zaman. Menurutnya, Aisyiyah memandang karawitan bukan sekadar hiburan, melainkan juga sebagai sarana pembinaan karakter dan penguatan nilai-nilai Islam.
“Karawitan mengandung unsur kerja sama, disiplin, serta apresiasi terhadap seni. Melalui pembelajaran ini, peserta diajak memahami harmoni dan nilai keindahan dengan pendekatan Islami,” ujar Zuhroh.
Apresiasi dari Ketua PDA Demak
Ketua PDA Demak, Muslikah, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Menurutnya, seni karawitan memiliki manfaat besar sebagai sarana komunikasi, hiburan, edukasi, sekaligus pengembangan kreativitas.
“Bagi cabang-cabang Aisyiyah yang memiliki gamelan, mari kita manfaatkan untuk belajar seni. Dengan bermain atau mendengarkan karawitan, hati akan menjadi lebih tenang dan bahagia,” ujarnya.
Kegiatan ini diakhiri dengan suasana hening penuh kekhidmatan, mencerminkan nilai-nilai keindahan yang berpadu dengan spiritualitas Islam.



















