Demak — Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Darussalam Demak turut ambil bagian dalam Manasik Haji Kolosal yang diselenggarakan oleh Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah (LPHU) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah bersama KBIHU Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah se-Jawa Tengah. Kegiatan berlangsung selama dua hari, Sabtu–Ahad (10–11 Januari 2026), bertempat di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Asrama Haji Donohudan Boyolali.
Manasik haji kolosal ini diikuti oleh 2.380 calon jamaah haji dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Kegiatan tersebut menjadi salah satu ikhtiar strategis Muhammadiyah dalam mempersiapkan jamaah haji secara matang, baik dari sisi pemahaman manasik, kesiapan fisik, maupun mental spiritual.
Ketua LPHU Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhammad Ziyad, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan manasik haji kolosal tersebut. Ia mengaku bangga melihat kesungguhan dan semangat para calon jamaah haji Muhammadiyah yang tetap mengikuti seluruh rangkaian manasik dengan tertib, meskipun sempat diguyur hujan.
Menurut Ziyad, praktik manasik haji kolosal menjadi sarana penting untuk memberikan gambaran yang lebih nyata dan realistis mengenai kondisi yang akan dihadapi jamaah saat melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci. Selain itu, manasik ini diarahkan untuk membangun kemandirian, kekhusyukan, serta pemahaman manasik yang sesuai dengan tuntunan syariat.
Dalam sambutannya, Ziyad menyampaikan lima pesan penting kepada calon jamaah haji.
Pertama, ia mengajak jamaah untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT karena telah dinyatakan istitha’ah kesehatan dan mampu melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih), di tengah antrean panjang sekitar 5,4 juta calon jamaah haji di Indonesia.
Kedua, jamaah diminta berbangga karena mengikuti bimbingan manasik haji dan umrah melalui KBIHU Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang dibimbing oleh pembimbing profesional bersertifikat, dengan total 25 kali pertemuan yang tuntas dan komprehensif.
Ketiga, melalui manasik kolosal dengan miniatur Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), jamaah diharapkan lebih siap karena langsung mempraktikkan manasik bersama ketua rombongan, ketua regu, dan rekan satu bus. Wukuf dilaksanakan di tenda-tenda lapangan parkir Edutorium UMS, sementara mabit Muzdalifah dan lempar jumrah dilakukan di Asrama Haji Donohudan.
Keempat, Ziyad menyampaikan informasi bahwa jamaah haji Jawa Tengah Embarkasi Donohudan nantinya akan ditempatkan di kawasan hotel Sektor Jarwal, Misfalah, dan Raudhah di Makkah, dengan fasilitas Bus Shalawat menuju Masjidil Haram.
Kelima, ia mengingatkan bahwa Kerajaan Arab Saudi akan menerapkan aturan yang ketat bagi jamaah haji. Oleh karena itu, jamaah diminta untuk menaati seluruh peraturan yang berlaku demi kelancaran dan kemaslahatan bersama.
Sementara itu, Ketua KBIHU Darussalam Demak, Hafidz Al Sidiq, menjelaskan bahwa program manasik haji yang dilaksanakan KBIHU Darussalam tidak hanya menekankan aspek teori, tetapi juga praktik langsung. Salah satu keunggulan utama program tersebut adalah simulasi ibadah haji yang dilaksanakan di Asrama Haji Donohudan.
“Dengan praktik langsung ini, kami berharap setiap calon jamaah terbiasa dengan seluruh rangkaian ritual haji sebelum keberangkatan ke Tanah Suci, sehingga dapat menjalankan ibadah dengan lebih mandiri, tertib, dan khusyuk,” ujarnya.
Melalui keikutsertaan dalam manasik haji kolosal ini, KBIHU Darussalam Demak berharap seluruh calon jamaah haji dapat memperoleh persiapan yang optimal, baik secara pengetahuan, keterampilan, maupun kesiapan spiritual, sehingga mampu meraih haji yang mabrur.



















