Kudus – Suara deru mesin motor memecah kesunyian dini hari. Tepat pukul 02.00 WIB, puluhan anggota BikersMu Chapter Kudus memulai perjalanan menuju puncak Gunung Telomoyo, Magelang. Touring kali ini bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan Sunrise Ride yang sarat makna: menaklukkan dingin, kabut, dan lelah demi menyambut keindahan matahari terbit dari ketinggian.
Perjalanan diawali dari Kudus dengan rute menuju Salatiga. Jalanan yang biasanya ramai terasa begitu lengang. Hanya sorot lampu motor yang menembus gelap malam, ditemani canda tawa dan obrolan ringan yang menghangatkan suasana. “Kami saling mengingatkan untuk tetap hati-hati. Kebersamaan ini yang membuat perjalanan terasa ringan,” ujar Ghufron, Ketua BikersMu Chapter Kudus.
Memasuki wilayah Salatiga, azan subuh berkumandang. Rombongan pun menepi dan melaksanakan salat di masjid terdekat. Momen spiritual ini menjadi jeda penuh makna, mengingatkan bahwa di balik keseruan touring, ada ketenangan jiwa yang harus diraih.
Selepas itu, perjalanan berlanjut menapaki jalur menanjak Gunung Telomoyo. Setiap tikungan menghadirkan panorama menakjubkan. Dari ketinggian, kota Salatiga berkilau bak permadani cahaya. Udara semakin dingin, namun semangat semakin membara.
Tibalah mereka di puncak. Langit mulai merona, menyuguhkan gradasi oranye dan ungu di cakrawala. Awan-awan tebal menghampar laksana samudera di bawah kaki, sementara gagahnya Gunung Merbabu dan Merapi berdiri anggun menyambut fajar. Saat sang surya perlahan muncul, sinarnya yang hangat membasuh lelah perjalanan panjang.
“Ini adalah puncak dari semua perjuangan. Touring bukan hanya soal jarak yang ditempuh, tapi juga pengalaman batin dan persaudaraan yang terjalin,” ungkap Ghufron.
Sunrise Ride BikersMu Chapter Kudus ke Gunung Telomoyo menjadi bukti bahwa touring dapat menghadirkan lebih dari sekadar perjalanan. Ia menjadi wadah kebersamaan, ketahanan mental, dan tadabbur alam yang menguatkan jiwa. Sebuah kisah yang akan terus dikenang, sekaligus inspirasi untuk petualangan berikutnya.



















