Magelang—Dalam kegiatan FGD “Penguatan Ideologi Muhammadiyah di Tengah Beragamnya Ideologi Keagamaan” yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Demak di Magelang, Prof. Ahwan Fanani menegaskan pentingnya menguatkan ideologi, tajdid, madzhab, dan akidah Muhammadiyah di tengah tantangan ekstremisme dan penyimpangan ajaran Islam masa kini.
Dalam paparannya, Prof. Fanani menjelaskan bahwa ideologi Muhammadiyah merupakan ideologi total, yakni pandangan hidup yang menyeluruh dan sistematis, berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Ideologi ini menjadi dasar dalam membangun pemikiran, amal usaha, serta cara beragama warga Muhammadiyah.
Menyoroti kondisi keagamaan terkini, Prof. Fanani menegaskan perlunya Wasathiyah Otentik Muhammadiyah, yakni sikap beragama yang adil, ihsan, arif, damai, dan menebar rahmat. “Wasathiyah otentik tidak hanya bicara moderasi, tetapi juga membangun cara berpikir kritis, menghargai perbedaan, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah,” ujarnya.
Dalam konteks tajdid atau pembaharuan, Muhammadiyah mengusung dua makna: pemurnian ajaran (tajdid salafi) dan pengembangan (tajdid tathawwur). Tajdid bukan sekadar kembali ke masa lalu, melainkan juga mendorong inovasi sesuai tuntutan zaman tanpa meninggalkan dasar ajaran Islam.

Prof. Fanani juga menekankan bahwa Muhammadiyah tidak terikat pada satu madzhab tertentu. “Pintu ijtihad selalu terbuka. Muhammadiyah menggunakan ijtihad jama’i—ijtihad kolektif yang berlandaskan legalitas organisasi—dengan mempertimbangkan khazanah berbagai madzhab tanpa taklid,” jelasnya.
Terkait akidah, Muhammadiyah membedakan antara ushul al-‘aqaid (pokok akidah) dan furu’ al-‘aqaid (cabang akidah), dengan menegaskan bahwa perbedaan dalam hal furu’ tidak menjadikan seseorang kafir selama didasarkan pada dalil dzanni.
Kegiatan yang dihadiri oleh kader dan pimpinan Muhammadiyah se-Jawa Tengah itu diakhiri dengan seruan untuk memperkuat ideologi Muhammadiyah yang berkarakter Islam Berkemajuan, guna menghadirkan wajah Islam yang rasional, toleran, dan membawa rahmat bagi semesta.



















