Demak — KBIHU Darussalam kembali menggelar kegiatan manasik haji di Masjid Hj. Chikmah RS Hj. Fatimah Sulhan Demak pada Ahad, 16 November 2025. Pada sesi kali ini, para calon jamaah haji mendapatkan pembekalan penting mengenai miqat, ihram, serta penguatan tauhid haji bersama narasumber Ust. Zaenal Kabir, S.E., M.Si.
Turut hadir beberapa pengurus KBIHU Darussalam yang mendampingi jalannya kegiatan. Selain pembekalan ibadah, panitia juga menyediakan layanan cek kesehatan gratis, seperti pemeriksaan gula darah dan tekanan darah, guna memastikan kesiapan fisik para jamaah.
Memahami Miqat Haji: Batas Tempat dan Waktu
Dalam ceramahnya, Ust. Zaenal Kabir menjelaskan bahwa miqat merupakan batas tempat dan waktu yang telah ditentukan Rasulullah SAW sebagai titik awal dimulainya ibadah haji atau umrah.
Beliau menjelaskan dua jenis miqat:
- Miqat Zamani: batas waktu pelaksanaan haji, dimulai sejak 1 Syawal hingga terbit fajar 10 Dzulhijjah.
- Miqat Makani: batas tempat untuk memulai ihram.
Mengutip hadits riwayat Muslim, beliau memaparkan ketetapan miqat bagi berbagai wilayah seperti Zulhulaifah (penduduk Madinah), Ju’fah (Syam), Qarnul Manazil (Najd), dan Yalamlam (Yaman).

Memahami Ihram dan Larangannya
Lebih lanjut, Ust. Zaenal menerangkan bahwa ihram bermakna niat untuk memasuki ibadah haji atau umrah dengan mengharamkan hal-hal tertentu.
Sunnah Ihram:
- Mandi
- Memakai wewangian sebelum niat
- Merapikan kuku, rambut, dan kebersihan tubuh
- Menggunakan kain ihram berwarna putih
- Melaksanakan shalat sunnah ihram dua rakaat
Larangannya bagi laki-laki dan perempuan, antara lain: memakai wewangian setelah berniat, memotong kuku atau rambut, membunuh binatang buruan, mencabut tanaman, menikah atau meminang, berbuat maksiat, bersetubuh, hingga memakai pakaian beraroma wangi.
Tauhid Haji: Meluruskan Niat dan Menguatkan Akidah
Ust. Zaenal menegaskan bahwa inti dari ibadah haji adalah tauhid. Melalui haji, jamaah diajak untuk:
- Meningkatkan keikhlasan
- Menjaga kesatuan umat
- Meneguhkan akidah
“Luruskan niat dan kuatkan semangat, agar menjadi tamu Allah yang mendapat rahmat,” pesan beliau.
Pemilihan Karom: Slamet Syupriyadi Terpilih
Di akhir kegiatan, Ketua KBIHU Darussalam, Hafidz, memimpin pemilihan ketua rombongan (Karom). Dari hasil musyawarah, Slamet Syupriyadi terpilih sebagai karom KBIHU Darussalam tahun ini.
Hafidz berpesan agar karom terpilih dapat menjaga amanah, menguatkan kebersamaan, serta memotivasi jamaah untuk selalu menjaga niat yang tulus.
“Keikhlasan akan membawa ketenangan hati dan memudahkan perjalanan ibadah,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kekompakan dan berharap seluruh jamaah dapat meraih haji mabrur.



















