Demak — Majelis Pembinaan Kader (MPK) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Chader Chapter Perempuan Mengaji Edisi ke-22. Kegiatan ini dilaksanakan oleh MPK Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Demak pada Senin, 19 Januari 2026, secara virtual.
Mengusung tema “Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah”, kegiatan ini diikuti oleh seluruh Ibu-ibu ‘Aisyiyah se-Jawa Tengah dan menghadirkan narasumber Drs. H. Suali, M.S., Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Demak.
Ketua PDA Demak, Muslikah, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta yang mengikuti kegiatan dengan penuh semangat.
“Alhamdulillah, pada edisi ke-22 ini PDA Demak dipercaya untuk melaksanakan kegiatan rutin program Majelis Tabligh ‘Aisyiyah Jawa Tengah. Semoga kehadiran Ibu-ibu semua tercatat sebagai amal saleh,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Muslikah menyampaikan bahwa Demak merupakan daerah yang memiliki nilai historis tersendiri dalam perkembangan Muhammadiyah. Mengutip pernyataan KH. Ahmad Rasyid (AR) Fachruddin, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 1968–1990, mendirikan Muhammadiyah di Demak diibaratkan seperti menanam jagung di atas batu. Meski jumlah warga Muhammadiyah di Demak tidak sebanyak daerah lain, hal tersebut tidak melemahkan semangat, justru menjadi pemicu untuk terus menegakkan dan mengembangkan dakwah amar makruf nahi mungkar.
Dalam paparannya, Drs. H. Suali, M.S. menjelaskan bahwa Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah (MADM) merupakan rumusan pemikiran dasar ideologi Persyarikatan yang menjiwai seluruh gerak perjuangan Muhammadiyah. Ia menyampaikan tujuh pokok pikiran dalam MADM, yaitu:
- Hidup manusia harus berdasar tauhid, beribadah, tunduk, dan taat kepada Allah SWT.
- Hidup manusia bermasyarakat.
- Berhukum hanya dengan hukum Allah.
- Berjuang menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam.
- Perjuangan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
- Perjuangan mewujudkan pikiran-pikiran Islam dalam kehidupan.
- Terwujudnya masyarakat adil dan makmur yang diridhai Allah SWT.
Sementara itu, Wakil Ketua PWA Jawa Tengah Koordinator MPK, Lintal Muna, M.Ag., dalam penegasannya menyampaikan bahwa program Perempuan Mengaji secara konsisten terus mengkaji berbagai aspek penting dalam kehidupan dan ideologi Muhammadiyah.
“Alhamdulillah, Perempuan Mengaji edisi ke-22 ini mengangkat tema Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah yang memberikan gambaran tentang pandangan Muhammadiyah mengenai kehidupan manusia, tujuan hidup, serta cara mewujudkan cita-cita tersebut,” jelasnya.
Ia juga berpesan agar seluruh Ibu-ibu ‘Aisyiyah terus mengembangkan ilmu pengetahuan melalui kajian-kajian keislaman dan keorganisasian, sehingga dapat menjadi bekal yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat luas.



















