Demak — Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Demak menggelar Musyawarah Kerja Daerah (Musykerda) pada Ahad, 1 Februari 2026, bertempat di SD Aisyiyah Demak. Kegiatan ini mengusung tema “Memperkuat Sinergi Kader Nasyiah dalam Rangka Mewujudkan Muslimah Moderat dan Profesional di Era Dinamis.”
Musykerda diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari anggota Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah, serta perwakilan Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah se-Kabupaten Demak. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Jawa Tengah, serta Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Demak yang hadir pada rangkaian acara pembukaan.
Kegiatan Musykerda diselenggarakan sebagai forum strategis organisasi untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepengurusan, menyerap aspirasi kader, serta merumuskan rekomendasi dan arah kebijakan PDNA Demak ke depan, sejalan dengan dinamika sosial dan tantangan gerakan perempuan muda Islam.

Rangkaian kegiatan diawali dengan acara pembukaan yang dimulai dengan laporan Ketua Panitia Musykerda, Ayunda Muslikhatunnisa, S.Gz., Dietisien. Dalam laporannya, disampaikan gambaran umum pelaksanaan Musykerda serta harapan agar forum ini mampu menghasilkan keputusan yang konstruktif dan aplikatif bagi penguatan organisasi.
Selanjutnya, Ketua PDNA Demak, Ayunda Kunti Rifhani, S.Kom.I, dalam sambutannya menegaskan bahwa Musykerda menjadi momentum refleksi gerakan sekaligus penguatan sinergi kader di seluruh tingkatan kepemimpinan. Menurutnya, soliditas dan profesionalitas kader menjadi kunci dalam mewujudkan muslimah Nasyiatul Aisyiyah yang moderat dan berkemajuan.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh PWNA Jawa Tengah, Ayunda Inayatur Rosyidah, M.Pd., yang mendorong PDNA Demak untuk terus meningkatkan kualitas kader serta menjaga nilai-nilai moderasi Islam dalam setiap gerak organisasi.
Kegiatan pembukaan ditutup dengan sambutan sekaligus pembukaan resmi Musykerda oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Demak, Ayahanda Drs. H. Suali, M.S. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya arah gerak organisasi yang responsif terhadap dinamika zaman, serta mendorong Nasyiatul Aisyiyah untuk terus berinovasi tanpa meninggalkan nilai dasar persyarikatan dan prinsip keislaman yang berkemajuan.
Usai pembukaan, Musykerda dilanjutkan dengan Sidang Pleno I yang membahas pembacaan dan pengesahan tata tertib Musykerda sebagai pedoman jalannya persidangan. Sidang Pleno II diisi dengan laporan pertanggungjawaban Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Demak. Selanjutnya, pada Sidang Pleno III, perwakilan Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah se-Kabupaten Demak menyampaikan tanggapan, masukan, serta rekomendasi sebagai bahan penyempurnaan program kerja organisasi.
Melalui Musyawarah Kerja Daerah ini, PDNA Demak berharap dapat memperkuat sinergi kader, sekaligus menghasilkan rumusan program kerja yang lebih terarah, adaptif, dan berkelanjutan dalam rangka mewujudkan muslimah Nasyiatul Aisyiyah yang moderat, profesional, dan berkemajuan di tengah dinamika zaman.



















