KUDUS — Curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Kudus dalam beberapa hari terakhir memicu terjadinya bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah. Dampak bencana tersebut dirasakan luas oleh masyarakat, baik di wilayah dataran rendah maupun perbukitan.
Dalam merespons kondisi tersebut, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Insan Kamil Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) ikut andil dalam upaya penanganan dampak bencana bersama berbagai elemen. IMM Insan Kamil berkoordinasi dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM), seluruh organisasi otonom (Ortom) di lingkungan UMKU, serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMKU guna memperkuat sinergi di lapangan.

Berdasarkan data sementara, banjir merendam sedikitnya 25 desa di enam kecamatan, meliputi Kecamatan Mejobo, Jekulo, Kaliwungu, Undaan, Jati, dan Bae. Sebanyak 15.237 kepala keluarga atau sekitar 48.193 jiwa terdampak akibat genangan air yang menutup akses jalan dan memasuki permukiman warga.
Selain banjir, bencana tanah longsor juga terjadi di wilayah perbukitan, khususnya di Kecamatan Dawe, Gebog, dan Bae. Ratusan titik longsor dilaporkan muncul akibat tingginya curah hujan, menyebabkan terganggunya mobilitas warga dan aktivitas sosial masyarakat.
Dampak signifikan juga dirasakan pada sektor transportasi. Jalur strategis Jalan Lingkar Kudus–Pati dilaporkan terendam banjir di tiga titik, yakni Ngembalrejo, Bukduwur Tenggeles, dan Hadipolo, sehingga arus lalu lintas tersendat dan pengguna jalan diminta meningkatkan kewaspadaan.
Melalui keterlibatan tersebut, IMM Insan Kamil UMKU menegaskan komitmennya sebagai bagian dari gerakan mahasiswa yang responsif terhadap persoalan kebencanaan. Sinergi antara relawan Muhammadiyah, unsur kemahasiswaan UMKU, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat penanganan dampak bencana yang masih berlangsung di Kabupaten Kudus.



















