Demak, Berdasarkan dalil dari Al Quran: “Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. dan Jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud.” (QS. Al-Baqarah : 125), Manasik Haji KBIHU Darussalam mengangkat tema mengenai “Thawaf dan Filosofi Ibadah”, Ahad tanggal 30 Npvemver 2025 bersama Ust Drs. H. Suali MS di Maskid Chikmah RS Hj. Fatimah Sulhan Demak.
Drs H. Suali MS sekaligus sebagai ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM )Kabua ten Demak menjelaskan mengenai amalan -amalan ibadah haji, antara kain: Ihram dari miqat, thawaf, sa’I (Shofa – Marwah), wukuf di ‘Arafah, mabit di Muzdalifah, mabit di Mina, melontar jumroh, menyembelih (dam), dan cukur/memendekkan rambut.
Beliau juga menjelaskan mengenai macam-macam thawaf yaitu;
1. Thawaf Rukun ;
Thawaf rukun ada dua, yaitu tawaf rukun haji yang disebut thawaf ifadhah atau thawaf ziyarah (perhatikan waktunya), dan tawaf rukun umrah
2. Thawaf Qudum ;
Thawaf qudum adalah thawaf penghormatan kepada Baitullah. Bagi jemaah yang melakukan haji ifrad atau qiran, hukum thawaf qudum adalah sunat, dilaksanakan di hari pertama kedatangannya di Mekkah. Bagi jemaah haji yg melakukan haji tamattu tidak disunahkan melakukan thawaf qudum karena thawaf qudum yang ia lakukan sudah termasuk di dalam thawaf umrah.
3. Thawaf sunat;
Thawaf sunat adalah thawaf yang dikerjakan dalam setiap kesempatan masuk ke Masjidil Haram dan tidak diikuti dengan sa’i.
4. Thawaf wada’;
Thawaf wada’ merupakan penghormatan akhir kepada baitullah. Menurut Imam Abu Hanifah, Imam Syafi’i, Imam Ahmad, dan kebanyakan ulama, hukum thawaf wada’ adalah wajib bagi jamaah haji yang akan meninggalkan Makkah. Jemaah yang meninggalkan thawaf wada’ dikenakan “dam” satu ekor kambing berdasarkan hadis Riwayat Bukhari Muslim bahwa Nabi SAW memberikan rukhshah (keringanan) kepada perempuan yang haid untuk tidak thawāf wada’. (Hukum rukhshah hanya berlaku dalam hal yang wajib)
Sedang menurut pendapat Imam Malik, Dawud, dan Ibnu Mundzir, hukum thawaf wada’ adalah sunah. Seseorang yang tidak mengerjakan thawaf wada’ tidak diharuskan membayar dam. Menurut Imam Malik, orang sakit atau użur dapat mengikuti pendapat ini.
5. Thawāf nazar;
Thawāf nazar hukumnya wajib dikerjakan dan waktunya kapan saja.
Adapun makna dan Hikmah “Thowaf
- Simbol Persamaan Derajat di mata Allah :
– status sosial, jabatan, harta, warna kulit, asal
usul, semua ditanggalkan.
2. Pengingat, manusia dilahirkan dan akan berpulang dalam kesejatiannya :
– Setiap jamaah hanya mengenakan kain ihram putih, tanpa jahitan; mengingatkan kita akan akhir perjalanan hidup setiap manusia
3. kedudukan thawaf sama dan setara dengan sholat :
الطواف بالبيت صلاة إلا أن الله تعالى أباح فيه الكلام
“Thawaf mengelilingi Baitullah itu sama seperti sholat, hanya saja, Allah memperbolehkan berbicara di dalam thawaf.” (HR. Al-Hakim dan Ibnu Hibban).
4. Simbol keterikatan manusia pada Allah Azza wa Jalla :
-Berputar mengelilingi Ka’bah simbol manusia harus mengikatkan diri hanya ke satu titik dan sekaligus gerakan membebaskan diri dari berbagai ikatan selain Allah Azza wa Jalla
5. Simbol Keberadaan Manusia di hadapan Allah Swt :
Hakikat keberadaan Allah dan manusia sebagai makhluk-Nya, hubungan antara manusia dengan Pencipta dan kebergantungan manusia akan Tuhannya.
6. Hidup manusia harus penuh gerak dan dinamis :
– Kehidupan berjalan dinamis karena dasarnya adalah gerak. Seperti bumi mengitari matahari, dan bulan mengitari bumi yang terus bergerak.



















