Kokam Miliki Tempat Khusus dalam Sejarah Panjang Muhammadiyah dan Bangsa Indonesia

Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan Pimpinan Pusat Muhammadiyah merasa senang dan bangga karena bisa bersilaturahmi berhalal bihalal secara khusus bersama Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM).

“Biarpun tingkat DIY tapi diwakili oleh Sekretaris Kokam tingkat nasional tentu ini skala yang bersifat nasional. Lebih-lebih di era digital di mana kita bisa hadir di acara daring selain secara luring,” kata Haedar dalam acara Syawalan KOKAM Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (13/5).

Haedar menuturkan alasannya senang dan bangga dengan silaturahmi hari ini. Ia menuturkan bahwa KOKAM tempat khusus dalam sejarah panjang Muhammadiyah dan bangsa Indonesia dalam peralihan kehidupan kebangsaan tahun 65 di mana kala itu KOKAM hadir untuk bersama-sama seluruh komponen bangsa menyelamatkan bangsa Indonesia dari tragedi besar yakni G30S PKI.

“Semangat perjuangan itulah yang terus hidup di jiwa KOKAM sebagai bagian penting dari Pemuda Muhammadiyah dan Muhammadiyah secara keseluruhan,” terang Haedar.

Haedar menjelaskan Muhammadiyah sebagai gerakan di mana KOKAM dan seluruh Angkatan Muhammadiyah berinduk di dalamnya merupakan organisasi Islam yang punya tujuan mulia dan utama. Kenapa dikatakan begitu? karena yang dibawa Muhammadiyah dengan misinya yakni menjalankan misi gerakan islam dakwah amar ma’ruf nahi munkar dan tajdid.

“Dalam mars KOKAM tadi bahkan disebutkan bahwa Islam agama dan ridha Allah tujuan hidup kami. Islam sebagai agama kita, ajaran kita dan ridha Allah tujuan hidup kita,” tutur Haedar.

“Jadi kita selaku muslim itu telah berikrar, bersyahadat, Islam sebagai agama. Tujuan hidup kita adalah meraih ridha Allah, jadi kita berkokam, bermuhammadiyah, berperan dalam kehidupan umat dan bangsa adalah bagian dari ibadah kita dan menjalankan fungsi kekhalifahan kita,” lanjutnya.

Maka berat maupun ringan dalam kegiatan persyarikatan kita, kata Haedar, termasuk di KOKAM semua harus dinikmati dengan rasa syukur dengan ikhlas, sabar, mujahadah dan ikhtiar yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.