MAGELANG – Dalam rangka memperingati Milad Muhammadiyah ke-113, para kader dan pimpinan persyarikatan mengikuti kegiatan refleksi ideologi yang digelar di Hotel Front One Magelang. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali semangat tajdid (pembaharuan) dan amar ma’ruf nahi munkar yang menjadi ciri khas gerakan Muhammadiyah sejak didirikan oleh KH Ahmad Dahlan pada 18 November 1912.
Fuad Alhamidy dalam pemaparannya menjelaskan bahwa sejak awal berdiri, Muhammadiyah hadir sebagai gerakan Islam yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan tujuan mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. “Gerakan ini tidak hanya berbicara pada tataran dakwah moral, tetapi juga pembaharuan sosial dan peradaban umat,” ujarnya.
Refleksi Milad kali ini menegaskan bahwa Muhammadiyah adalah gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar, gerakan tajdid, dan gerakan pencerahan. Melalui pendekatan tajdid, Muhammadiyah berupaya memadukan pemurnian ajaran Islam dengan inovasi yang relevan dengan perkembangan zaman, sehingga tetap menjadi gerakan Islam yang dinamis, progresif, dan berkemajuan.
Lebih lanjut, Fuad menekankan bahwa Muhammadiyah berperan strategis dalam pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial. Tiga bidang tersebut merupakan instrumen nyata dakwah Islam yang mendorong terwujudnya masyarakat adil, makmur, dan diridhai Allah SWT. “Di usia ke-113 ini, semangat ber-‘tajdid’ harus terus menginspirasi warga Muhammadiyah untuk berperan aktif dalam kehidupan sosial dan kebangsaan,” tambahnya.
Empat karakter utama gerakan Muhammadiyah yang direfleksikan dalam Milad ke-113 ini meliputi:
- Gerakan Islam – berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah.
- Gerakan Dakwah – mengajak pada kebaikan dan mencegah kemungkaran.
- Gerakan Tajdid – pemurnian akidah serta pembaharuan pemikiran dan praksis keislaman.
- Gerakan Pencerahan – mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat.
Momentum Milad ke-113 ini menjadi ajakan bersama bagi warga persyarikatan untuk berjamaah dan berjam’iyah, memperkuat ukhuwah, serta meneguhkan komitmen sebagai pelopor Islam berkemajuan yang membawa rahmat bagi semesta.



















