DEMAK – Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Demak menggelar kegiatan Halal Bi Halal dan silaturahmi akbar yang diikuti oleh 187 guru dan tenaga kependidikan dari Amal Usaha Pendidikan Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Kabupaten Demak, Sabtu (18/4). Selain sebagai momentum menjaga tradisi keagamaan, kegiatan ini dimanfaatkan secara strategis sebagai forum konsolidasi untuk memperkuat sinergi peningkatan mutu pendidikan di seluruh lingkungan persyarikatan.
Kolaborasi untuk Pemerataan Kualitas
Acara yang berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan tersebut tidak hanya menjadi ajang saling memaafkan pasca-Idulfitri, tetapi juga menjadi ruang dialektika untuk bertukar gagasan antarpendidik terkait strategi pengembangan sekolah berkemajuan. Kehadiran jajaran pimpinan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Demak, termasuk dr. Fuad Alhamidy, M.Kes yang mewakili Ketua PDM, serta unsur Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Nonformal (PNF), menambah bobot formalitas dan komitmen organisasi dalam mendukung kemajuan pendidikan.
Dalam sambutannya, dr. Fuad menekankan pentingnya kolaborasi lintas satuan pendidikan guna meminimalisir kesenjangan kualitas antarwilayah. Beliau menggarisbawahi bahwa kompetisi antar-sekolah Muhammadiyah sudah selayaknya diganti dengan semangat tolong-menolong (ta’awun).

“Sekolah yang sudah maju perlu menjadi penggerak bagi sekolah lain yang masih berkembang. Kolaborasi menjadi kunci agar kualitas pendidikan bisa merata di seluruh pelosok Demak,” ujarnya di hadapan para peserta.
Empat Pilar Keberhasilan Pendidikan
Penguatan substansi pendidikan disampaikan langsung oleh Ketua FGM Pusat, Sutomo, yang hadir memberikan motivasi. Dalam tausiyahnya, ia menyoroti empat faktor utama yang menjadi determinan keberhasilan pendidikan di era modern, yaitu:
Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni.
Kultur Sekolah yang positif dan disiplin.
Proses Pembelajaran yang inovatif.
Dukungan Sarana dan Prasarana yang memadai.
“Kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh capaian akademik semata, tetapi juga sejauh mana nilai-nilai keislaman dan karakter Al-Islam Kemuhammadiyahan ditanamkan secara konsisten dalam proses belajar,” tegas Sutomo. Ia juga mengingatkan pentingnya guru untuk terus melakukan upgrading kompetensi agar tetap adaptif terhadap dinamika zaman yang terus berubah.
Wadah Koordinasi Berkelanjutan
Berdasarkan data FGM Demak, peserta kegiatan ini mencakup pendidik dari jenjang PAUD/TK ABA, SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Demak. Kehadiran perwakilan dari berbagai jenjang ini menunjukkan soliditas organisasi yang terjaga dengan baik. Forum ini memang dirancang secara rutin untuk menjadi wadah koordinasi, evaluasi, sekaligus penyemangat bagi para pejuang pendidikan Muhammadiyah di daerah.
Melalui momentum Halal Bi Halal ini, FGM Demak berharap dapat melahirkan langkah konkret dan kesepahaman bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Target utamanya adalah mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual dan akademik, tetapi juga memiliki fondasi moral serta spiritual yang kokoh sebagai kader persyarikatan dan bangsa.


















