Demak – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1446 H, Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Sriwulan Sayung bekerja sama dengan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sriwulan Sayung, Demak, menggelar Pengajian Targhib Ramadan pada Ahad, 24 Sya’ban 1446 H atau bertepatan dengan 23 Februari 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di TPQ Al-Manar, Sriwulan Sayung, dan dihadiri sekitar 150 peserta.
Pengajian ini turut dihadiri unsur Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Demak, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA), serta anggota PRM dan PRA Sriwulan.
Ketua panitia, Nurlaila, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas antusiasme jamaah yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas kebersamaan dan solidaritas seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan acara. “Kami mohon maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan,” ujarnya.
Nurlaila menambahkan, sebelum pengajian inti dilaksanakan, panitia juga mengadakan rangkaian kegiatan Gebyar Ramadan pada 22–23 Februari 2025. Kegiatan tersebut meliputi bazar murah yang menyediakan pakaian layak pakai, sembako, serta aneka jajanan untuk masyarakat umum.
Dalam tausiyahnya, Ketua PDM Demak, Drs. H. Su’ali, MS, mengingatkan pentingnya menyambut Ramadan dengan persiapan yang matang. Ia menyebut bulan suci Ramadan sebagai tamu agung yang harus disambut dengan kesiapan lahir dan batin.
Menurutnya, terdapat empat aspek persiapan dalam menyambut Ramadan. Pertama, I’dad Ruhiyah, yaitu meningkatkan kualitas spiritual dengan memperbanyak dzikir dan doa. Kedua, I’dad Fikriyah, memperdalam wawasan keislaman serta memahami hakikat ibadah Ramadan. Ketiga, I’dad Badaniyah, menjaga kesehatan fisik agar kuat menjalankan puasa dan ibadah lainnya. Keempat, I’dad Maaliyah, yakni mempersiapkan diri untuk berbagi dan memperbanyak sedekah.
“Ramadan akan lebih bermakna apabila dijalani dengan perencanaan yang baik dan target ibadah yang jelas, sehingga kita dapat meraih ridha dan cinta Allah SWT,” tutur Su’ali.
Selain pengajian, kegiatan ini juga diisi dengan berbagai aksi sosial dan apresiasi. Di antaranya santunan kepada lima anak yatim piatu dan 20 kaum dhuafa, lantunan hadits serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh santri TPQ, pemberian penghargaan kepada 13 santri berprestasi, serta program Tebus Sembako Murah bagi anggota yang membutuhkan.
Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Melalui pengajian ini, diharapkan seluruh peserta semakin siap secara spiritual maupun fisik dalam menyambut dan menjalankan ibadah Ramadan dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan.
(Nihlah)



















