Demak – Baitul Arqam Dasar (BAD) yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Demak menjadi momentum penting dalam proses pembentukan karakter kader. Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan berbagai materi strategis yang dirancang untuk memperkuat ideologi, memperluas wawasan gerakan, serta mengembangkan potensi diri kader muda Muhammadiyah.
Materi pertama menekankan pada pemahaman sejarah dan ideologi Muhammadiyah. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami perjalanan panjang Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Pemahaman ideologis ini penting agar kader memiliki arah perjuangan yang jelas serta mampu menjaga nilai-nilai persyarikatan di tengah dinamika zaman.
Selanjutnya, peserta memperoleh materi tentang sejarah dan kiprah Pemuda Muhammadiyah. Materi ini mengajak kader memahami peran strategis Pemuda Muhammadiyah dalam berbagai bidang, mulai dari dakwah, sosial kemasyarakatan, hingga kontribusi dalam kehidupan kebangsaan. Dengan memahami sejarah gerakan, kader diharapkan memiliki rasa tanggung jawab untuk melanjutkan estafet perjuangan organisasi.
Materi yang tidak kalah penting adalah pengembangan potensi diri kader, yang disampaikan oleh Sugeng Nugroho, S.E. Materi ini menekankan pentingnya kesadaran diri (self awareness), kemampuan memimpin diri (self leadership), serta pola pikir berkemajuan dalam menghadapi tantangan zaman.
Dalam penyampaiannya, dijelaskan bahwa kader Muhammadiyah merupakan kelompok inti organisasi yang memiliki tanggung jawab untuk menggerakkan, memimpin, serta menjaga keberlangsungan perjuangan Muhammadiyah. Oleh karena itu, seorang kader harus memiliki beberapa karakter utama, antara lain kompetensi keilmuan, militansi dalam perjuangan, serta kemampuan menjadi penggerak di tengah masyarakat.
Pengembangan potensi diri kader juga dilakukan melalui beberapa tahapan penting, di antaranya mengenali potensi diri, menetapkan tujuan hidup yang jelas, menjaga konsistensi dalam proses belajar dan berorganisasi, serta mencari mentor yang dapat menjadi pembimbing dalam perjalanan kaderisasi. Pendekatan ini bertujuan agar kader mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki untuk memberikan kontribusi nyata bagi organisasi dan masyarakat.
Selain itu, materi juga menekankan pentingnya membangun kader Muhammadiyah yang produktif dan berdaya saing, yaitu kader yang tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di berbagai sektor kehidupan. Dengan demikian, kader Pemuda Muhammadiyah diharapkan dapat tampil sebagai kader umat sekaligus kader bangsa yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Melalui rangkaian materi tersebut, Baitul Arqam Dasar diharapkan mampu melahirkan kader Pemuda Muhammadiyah yang memiliki mindset progresif, integritas tinggi, serta kesiapan berkontribusi aktif dalam dakwah dan gerakan Muhammadiyah di Kabupaten Demak.



















