Demak – Dalam rangka memperkuat pemahaman ideologis kader, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Demak menghadirkan materi “Mengenal Sejarah dan Ideologi Muhammadiyah” dalam kegiatan Baitul Arqam Dasar (BAD) I yang diselenggarakan pada 3–4 April 2026 di Panti Putra Muhammadiyah Mranggen, Demak.
Materi tersebut disampaikan oleh Drs. H. Su’ali, MS, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Demak. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya memahami sejarah lahirnya Muhammadiyah serta ideologi gerakan sebagai landasan perjuangan kader Pemuda Muhammadiyah.
Ia menjelaskan bahwa Muhammadiyah merupakan gerakan Islam yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah, dengan semangat amar ma’ruf nahi munkar yang bertujuan menghadirkan kemajuan umat dan peradaban. Oleh karena itu, pemahaman terhadap ideologi Muhammadiyah menjadi pondasi penting dalam membentuk kader yang kokoh secara pemikiran, sikap, dan gerakan dakwah.
“Tanpa pemahaman ideologis yang kuat, kader akan mudah kehilangan arah dalam gerakan dakwah dan perjuangan organisasi. Oleh karena itu, sejarah dan ideologi Muhammadiyah harus menjadi pijakan utama bagi setiap kader,” ungkapnya di hadapan para peserta BAD.
Dalam sesi materi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai latar belakang berdirinya Muhammadiyah, tokoh-tokoh pendiri, perkembangan gerakan Muhammadiyah dari masa ke masa, serta prinsip ideologi dan manhaj gerakan Muhammadiyah.
Selain ceramah interaktif, kegiatan juga dilanjutkan dengan forum diskusi kelompok (FGD) untuk memperdalam pemahaman peserta serta menginternalisasikan nilai-nilai ideologi Muhammadiyah dalam kehidupan kader. Metode ini diharapkan mampu mendorong peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkannya dalam aktivitas dakwah dan organisasi.
Melalui materi ini, diharapkan para peserta Baitul Arqam Dasar mampu memiliki komitmen kuat dalam pengamalan ajaran Islam, memahami karakteristik gerakan Muhammadiyah, serta menjadikan nilai-nilai Muhammadiyah sebagai pedoman dalam gerakan dakwah di tengah masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi bagian penting dalam proses kaderisasi Pemuda Muhammadiyah untuk melahirkan kader yang militan, berintegritas, dan siap menggerakkan dakwah persyarikatan di era modern.



















