Minggu, 27 September 2026
ID

Dirut BPJS Kesehatan Apresiasi Upaya UMS Jamin Perlindungan Kesehatan Mahasiswa

Oleh 3 MenitMin
Dirut BPJS Kesehatan Apresiasi Upaya UMS Jamin Perlindungan Kesehatan Mahasiswa

SURAKARTA — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat perlindungan medis bagi seluruh sivitas akademika melalui sinergi dengan BPJS Kesehatan. Langkah nyata kampus ini memicu apresiasi langsung dari Direktur Utama BPJS Kesehatan, Mayjen TNI Dr. dr. Prihati Pujowaskito, Sp.JP (K).

Prihati menyampaikan apresiasi tersebut dalam Seminar Nasional dan Kuliah Tamu di Gedung Induk Siti Walidah UMS, Sabtu (26/9/2026). Selain itu, agenda bertepatan dengan perayaan Milad ke-68 UMS dan Milad ke-1 Rumah Sakit AR Fachruddin.

Rektor UMS sendiri telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) khusus untuk menjamin perlindungan medis mahasiswa. Langkah kebijakan ini memastikan status BPJS Kesehatan mahasiswa UMS selalu aktif selama masa studi.

“Pak Rektor telah mengeluarkan SK yang menjamin tiga hal: memastikan mahasiswa punya BPJS, statusnya aktif, dan memfasilitasi pendaftaran bagi yang belum memiliki,” terang Direktur Rumah Sakit AR Fachruddin UMS, Prof. dr. Dr. Em Sutrisna, M.Kes.

Fasilitas Pendaftaran Kolektif dan Pemindahan Faskes

Pengelola kampus secara rutin menyetorkan data mahasiswa baru kepada BPJS Kesehatan setiap tahun ajaran baru. Akibatnya, prosedur berkala ini mempermudah verifikasi data serta pendaftaran BPJS Kesehatan secara kolektif.

Selain memfasilitasi pendaftaran, pihak universitas juga imbau para mahasiswa perantau dari luar Jawa untuk memindahkan faskes. Pengelola kampus menyarankan mahasiswa mengurus pindah faskes BPJS ke Surakarta agar mudah mengakses layanan pengobatan.

Sejalan dengan hal tersebut, Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menegaskan komitmen Muhammadiyah pada sektor pendidikan dan kesehatan. Menurutnya, kedua sektor tersebut menjadi pilar utama dakwah persyarikatan.

“Prinsipnya UMS sangat komit. Oleh karena itu, kami ingin memastikan lebih dari 40.000 mahasiswa UMS terdaftar dan menjadi bagian warga BPJS yang aktif di wilayahnya,” tegas Prof. Harun.

Dukungan Dirut BPJS Kesehatan dan Penguatan JKN

Merespons terobosan kebijakan UMS tersebut, Dirut BPJS Kesehatan Mayjen TNI Dr. dr. Prihati Pujowaskito memberikan tanggapan hangat. Bahkan, ia meminta institusi pendidikan lain meniru model pengawasan kepesertaan yang kampus ini terapkan.

“Saya sangat setuju dengan langkah Pak Direktur RS dan Pak Rektor. Oleh sebab itu, setiap mahasiswa baru yang mendaftar UMS, tolong BPJS-nya segera aktifkan,” puji Prihati.

Lebih lanjut, Prihati mengungkapkan bahwa cakupan JKN nasional saat ini telah menyentuh 285 juta jiwa. Kendati demikian, fokus utama pemerintah saat ini berada pada menjaga ketersediaan kepesertaan aktif JKN di masyarakat.

Selanjutnya, Prihati menekankan pentingnya perubahan pendekatan layanan medis menuju value-based care. Skema pelayanan berorientasi hasil kesembuhan ini memberikan tingkat efisiensi biaya yang jauh lebih terukur.

Akhirnya, sinergi antara UMS dan BPJS Kesehatan menjadi cerminan nyata kolaborasi pentahelix di perguruan tinggi. Kepastian jaminan kesehatan sejak awal kuliah akan membantu mahasiswa berkonsentrasi penuh mengejar prestasi akademik.

Tinggalkan Balasan

Cukup isi nama dan komentar Anda.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?