Senin, 28 September 2026
ID

Mahasiswa UNISA Tanam 1.500 Mangrove di Pantai Baros, Wujudkan AIK dalam Aksi Nyata

Oleh 3 MenitMin
Mahasiswa UNISA Tanam 1.500 Mangrove di Pantai Baros, Wujudkan AIK dalam Aksi Nyata

Bantul, Yogyakarta – Dalam upaya nyata menjaga kelestarian lingkungan dan penyeimbangan wilayah pesisir pantai, kami selaku mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) Program Studi Akuntansi semester 4 dari kelompok 3 dengan anggota (Aliya Amanah, Diva Hapsari, Risma Seliana, Amilika Maulani, Saudah Aulia R, Adinda Nurrahma, Almiqdad, Nur Azkia Dunggio, Lili Surianti, dan Halimatus Saadah) sukses mengikuti kegiatan penyelenggaraan aksi sosial penanaman 1.500 pohon mangrove di kawasan Pantai Baros, Bantul pada Sabtu, 20 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi nyata dari Project Fikih Hijau Al Islam dan Kemuhammadiyahan.

Belakangan ini, kerusakan hutan mangrove kian menjadi perhatian yang serius akibat meningkatnya ancaman kerusakan lingkungan, Hilangnya vegetasi pelindung di garis pantai menyebabkan wilayah pesisir menjadi jauh lebih rentan terhadap bahaya kerusakan alam seperti abrasi, terjangan gelobang laut, hingga bencana banjir atau rob. Tidak hanya berdampak pada bentang alam, berkurangnya populasi pohon mangrove turut mengancam kelangsungan hidup berbagai biota laut seperti ikan dan kepiting yang menggantungkan siklus hidupnya pada ekosistem tersebut. Jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa penanganan, keseimbangan lingkungan pesisir akan terganggu dan lambat laun akan merusak sendi – sendi kehidupan serta ekonomi masyarakat sekitarnya.

Sadar akan urgensi tersebut, gerakan bertajuk “Hijaukan pesisir selamatkan masa depan” ini digelorakan dengan mengusung slogan utama “AIK Nyata Aksinya, Terasa dampaknya” di bawah pimpinan dosen pengampu Dr. M. Nurdin Zuhdi, S.Th.I.,M.S.I., proyek ini bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Pengkajian Islam (LPPI) untuk mengintegrasikan nilai – nilai teologi dan kepedulian lingkungan ke dalam tindakan sosial kemasyarakatan yang konkret.

Mahasiswa UNISA Tanam 1.500 Mangrove di Pantai Baros, Wujudkan AIK dalam Aksi Nyata

“Sudah saatnya pembelajaran mata kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan tidak berhenti pada aspek teoritis di ruang-ruang kelas. Nilai-nilai AIK harus diwujudkan dalam aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui penanaman 1.500 pohon oleh mahasiswa Universitas Aisyiyah Yogyakarta, kami ingin menunjukkan bahwa AIK harus mampu berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan. AIK nyata aksinya dan terasa dampaknya.” Ucap Bapak Nurdin selaku dosen pengampu mata kuliah Al Islam dan Kemuhammadiyahan.

Aksi nyata penanaman pohon mangrove ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang luas. Secara ekologis, pohon mangrove terbukti efektif dalam mengurangi abrasi pantai, tempat berkembang biak yang aman bagi makhluk hidup di laut, serta menjadi penyerap karbon (carbon sink) yang efektif dalam menjaga stabilitas iklim global.

“Penanaman pohon mangrove ini memiliki banyak manfaat, di antaranya untuk menahan abrasi, menjaga kelestarian lingkungan pesisir, serta menciptakan habitat bagi berbagai jenis satwa, terutama burung. Kami berharap mangrove yang ditanam hari ini dapat tumbuh dengan baik, memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, dan menjadi warisan lingkungan yang dapat dinikmati oleh anak cucu kita di masa mendatang” Ujar salah satu pemandu penanaman pohon mangrove Pantai Baros.

Mahasiswa UNISA Tanam 1.500 Mangrove di Pantai Baros, Wujudkan AIK dalam Aksi Nyata

Dari aspek ekonomi, kawasan pesisir yang terjaga ekosistemnya berpotensi menjadi sumber modal produktif bagi masyarakat setempat. Ekosistem pohon mangrove yang subur terbukti mampu menopang mata pencaharian nelayan melalui peningkatan hasil tangkapan perikanan, serta membuka potensi berdirinya destinasi ekowisata yang dikelola secara mandiri.

Melalui aksi lingkungan, diharapkan dapat mendorong kepedulian serta kerja sama yang lebih solid di antara masyarakat, kalangan pelajar, akademisi, hingga instansi pemerintah. Langkah penanaman 1.500 bibit pohon mangrove ini menjadi titik awal dari komitmen jangka panjang untuk memastikan bahwa ekosistem pesisir Indonesia tetap pulih, lestari, dan tetap terawat hingga generasi di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Cukup isi nama dan komentar Anda.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?